Tentang Kami

diperbarui tanggal 31 Juli 2013

Kami

Hamdan lahir pada akhir tahun 1980 dan Heidy menyusul dua setengah tahun kemudian. Kami pernah tercatat sebagai siswa di SMA yang sama di Jakarta, meskipun saat itu belum mengenal satu sama lain (selisih satu tahun angkatan). Pada tahun 2000, kami sama-sama menjadi mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung dan mendaftar di unit kegiatan yang sama pula. Satu dari sedikit kesamaan kami adalah kami berdua penggila buku: tidak pernah bosan mampir ke toko buku (meskipun baru ke sana sehari sebelumnya), susah menahan nafsu untuk tidak membeli buku baru, dan sering membuat rumah berantakan karena buku yang bertebaran di mana-mana. Dalam banyak hal lainnya, perbedaan kami nyaris bak bumi dan langit. Hamdan gemar memotret, pandai menggambar (pernah kuliah arsitektur), hampir buta nada, tidak terlalu peduli pada tata bahasa, pecinta makanan pedas, mudah kepanasan, lebih suka gunung daripada laut, senang mengurus berbagai jenis tanaman, serta agak boros (terutama untuk barang elektronik dan pakaian). Heidy senang menulis, tidak dapat menggambar, mampu membaca not balok dan mengenali suara fals, pecinta seluk beluk bahasa, tidak gemar makan makanan pedas, gampang kedinginan, lebih menyukai laut daripada gunung, takut berkebun (banyak monsternya!), malas belanja (kecuali buku dan kebutuhan pokok) dan tentu saja: gemar menabung!😀

Perjalanan Kami

Meskipun telah saling mengenal sejak tahun 2000, hubungan kami tidak pernah lebih dari sekadar teman (bahkan teman dekat pun tidak) hingga enam tahun kemudian, ketika kami masing-masing sudah meninggalkan kampus yang pernah mengumpulkan kami. Hanya Tuhan yang tahu tepatnya mengapa kami dipertemukan kembali dengan satu tujuan: menikah. Akad nikah kami dilangsungkan pada tanggal 3 November 2007 di Bandung dan saat ini kami tercatat sebagai salah satu warga DKI Jakarta. Kami adalah pasangan yang pernah membina rumah tangga jarak jauh dalam lima tahun pertama perkawinan (P.Kalimantan-P.Jawa) dan salah satu hal yang terus kami lakukan sejak awal pernikahan hingga saat ini adalah berupaya agar dikaruniai buah hati.

Cerita Kami

Sebuah pernikahan bukan tujuan akhir, melainkan sebuah awal mula yang lain. Sejak tiga sebelas dua ribu tujuh itu, kami melangkah bersama dan selalu dianugerahi berbagai pengalaman baru. Kami percaya bahwa sebuah perjalanan tak akan bermakna jika tak ada usaha untuk memaknainya. Karena itulah, kami selalu merenungi, membahas apapun yang kami jumpai dan lewati. Kami pun berniat untuk berbagi cerita dengan harapan dapat meneruskan pelajaran-pelajaran yang kami peroleh. Mudah-mudahan saja ada manfaatnya. Jika terdapat kebaikan dalam apa yang kami bagi, asalnya dari Allah Swt. Namun, jika terdapat keburukan, itu adalah kesalahan kami. Silakan ungkapkan rasa keberatan yang mungkin ada dan kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Salam,

Hamdan & Heidy

Daisypath - (MHJE)

46 thoughts on “Tentang Kami

  1. Aslmkm…
    Salam kenal aq tri 26 th
    Mungkin nie jalan Allah yang mengizinkan aq bisa menemukan blog nie
    Yang mo aq sampaikan hanya…..
    Aq bangga untuk kekompakan kalian dalam menjalani smua cobaan yang Allah SWT berikan
    Karna hal itu yg tidak bisa saya dan suami lakukan sehingga kami masing masing sekarang padahal belum genap 1tahun kami menikah
    Semoga kalian selalu diberi kekuatan dan ketabahan serta cepat dikabulkan smua keinginan untuk menyempurnakan keluarga sakinah mawadah warahmah yang sedang kalian jalankan
    Aamiin

    • Alaikumsalam Tri…
      Terimakasih ya sudah mampir ke blog kami. Semoga ada manfaatnya. Salam kenal juga!
      Alhamdulillah, segala nikmat yg kami dapatkan tentu hanya karena Allah ridho. Yang kami lakukan hanya berusaha semaksimal mungkin agar kami mendapatkan ridho tsb.Tiap orang pasti punya kesusahan masing-masing, aku yakin tidak ada yg lebih berat/ringan, hanya berbeda bentuk saja. Terimakasih banyak atas sedekah doamu yg tulus untuk kami padahal kita belum saling kenal, semoga malaikat-malaikat pun berebut mendoakanmu dan berkah semakin melimpah atasmu & keluarga. Kudoakan juga yg terbaik untukmu: bahagia lahir batin, dunia akhirat. Bagaimanapun jalannya.
      Terimakasih sudah menyapa kami dan mengajak berkenalan🙂

      Salam,
      Heidy

  2. hai heidy, salam kenal..
    namaku maya.. walau ga aktif di blog tapi diriku suka cari info lain tentang sesuatu yang aku alami.. yaitu antibodi antisperma..

    aku juga sudah menikah 5 tahun dengan suamiku.. sampai saat ini belum dikaruniai keturunan.. saat tau ASA-ku tinggi, aku tidak melakukan terapi PLI karena 1 hal, kita ngerasa ga cocok dengan dokter andrologi tsb. (mungkin karena terlalu banyak menerima pasien, dia jadi tidak fokus dalam membaca report kami). Jadi kami hanya lakukan terapi pijit refleksi sampai saat ini (sudah berjalan 6 bulan)..

    rencananya tahun depan (which is tinggal beberapa hari lagi), aku & suami mau coba berobat ke rumak sakit lagi.. sempat membaca blog-mu, ada dokter yang sempat menyarankan dirimu u/ melakukan inseminasi buatan namun tidak berhasil karena terkesan “terburu-buru”.. aku boleh tau ga siapa dokternya? biar aku juga hindari dokter seperti itu.. karena aku & suamiku ingin sama-sama merasa nyaman dengan dokternya.. ga melulu bicara secara medis namun mengerti juga perasaan pasiennya..

    tetap semangat yaa..🙂
    trims sebelumnya..

    ~maya~

  3. salam kenal mbak Heidy
    pagi ini aku iseng searching mengenai asa
    tak sengaja menemui blog kamu

    kukira hanya aku yang mengalami 5 tahun menikah
    tanpa suami ada tiap hari disisi kita
    terpisah ribuan kilo
    beda pulau, bahkan skrg beda negara
    tinggal dirumah seorang diri blom ada anak
    pny asa yang tinggi
    tp gag bisa ikut PLI krn gag ada suami disini

    tertatih menguatkan semangat dalam diri
    tegar menguatkan belahan hati diseberang sana

    bertahan menghadapi cemoohan
    celetukan yang bahkan justru
    datang dr sahabat2 baikku sendiri.

    sampai akhirnya saat ini
    aku hanya menemui beberapa
    orang tertentu saja yang bener2 bisa menjadi teman
    yang mengerti dan memahami keadaan yang seperti kita alami
    dan mampu memberi support positif

    cerita hidup yang hampir sama
    tapi dialami oleh orang yang berbeda
    mungkin dijalani dgn cara yang berbeda pula.

    tetap semangat ya mbak heidy
    salam kenal dariku
    semoga kita bs menjadi teman
    yang dapat saling memberi support positif.

    • Salam kenal juga, Mbak Dya…
      Terima kasih banyak sudah mampir dan ikut berbagi perasaan di sini.
      Senang sekali menemukan teman senasib dan seperjuangan, semoga dapat menambah semangat juang masing-masing ya!
      Oya maaf baru buka blog lagi jadi telat sekali baru membalas komentar ini.
      Gimana kabar Mbak sekarang?
      Alhamdulillah saat ini aku dan suami sudah tidak lagi terpisah jarak jauh, setiap hari tinggal serumah.
      Namun, ternyata kesibukan kami malah jauh melebihi sebelumnya…hehe.
      Jadi, meskipun masih ingin ikhtiar soal anak kemana-mana, tetap saja susah nyari waktunya.
      Memang ternyata yang terbaik ya mensyukuri dan menikmati apapun kondisi saat ini, ya…
      Semangat, Mbak, semoga sehat dan bahagia selalu bersama suami🙂

    • salam kenal mba….aku isna..usia pernikahan ku juga sudah memasuki 4 tahun pernikahan dan blm juga d karuniani anak…senang bisa saling berbagi pengalaman dan shrearing tentang perjuangan tuk mendapatkan amanah allah ini…^_^…bolak-balik dokter periksa ini periksa itu..tp musti tetep semangat ya…^_^

  4. Mbak Heydi,

    Semangat terus ya Mbak…Insya Allah akan berakhir manis🙂
    Saya dan suami jg punya masalah infertilitas, kami juga sudah mencoba berbagai terapi dari operasi sampai inseminasi buatan sudah dijalani, namun belum berhasil waktu itu…
    Saya dan suami pun pasrah…akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berobat sementara waktu dan mengambil program kerja di luar kota (kebetulan sy dokter, sy ambil program PTT pemerintah)
    Alhamdulillah mbak..di bulan pertama saya PTT di daerah, hasil TP saya dua garis…Saya hampir ga percaya waktu itu, karena keseringan TP negatif…Allah benar-benar punya jalan untuk ummat Nya mbak…
    Benar-benar kuasa Allah mbak..Di saat pasrah dan ga berobat apapun malah positif saya…Subhanallah…

    Kita adalah orang-orang terpilih yang diajari untuk bersabar lebih🙂 Keep positive thinking dan terus semangat ya Mbak🙂

  5. Subhanallah mbak-mbak semua…
    Allah sedang mempersiapkan yg terbaik n terindah buat kita semua. Aamiin…
    Aku pun sama,masih berusaha n berikhtiar selalu…
    mbak heidy,so inspiring…
    boleh email-an utk sharing info dokter n klinik?
    syukron mbak…

  6. Salam kenal Mba heidy. Lagi nyari info tentang tes hormon, ga sengaja nyangkut di blog ini😀

    Saya baru menikah 2 tahun, tp sudah 3 kali keguguran. Sedih rasanya. Bantu saya untuk tetap semangat menjalani hidup ya mba.

    Saya senang membaca blog mba yg tutur bahasanya bagus dan isinya bukan sekedar curhatan biasa.

    Kalau boleh minta alamat emailnya ya mba. Terima kasih sebelumnya.

    • Salam kenal juga, mba Dearly!
      Terima kasih sudah mampir dan mohon maaf karena saya baru sempat balas..
      Wah subhanallah, dlm 2 tahun sudah mengalami 3 kali keguguran…semoga ketabahan dan kekuatan mbak menjadi inspirasi bagi banyak orang ya.
      Saya sampai merinding, belum tentu kuat kalau di posisi yang sama. Memang Tuhan tidak sembarang memilih hambaNya untuk diberikan ujian tertentu.
      Alhamdulillah, terima kasih banyak atas apresiasinya untuk blog ini, sungguh berarti sekali, semakin menyemangati saya untuk terus menulis🙂
      Semoga kebaikan mbak Dearly dibalas berkali lipat olehNya. Aamiin.
      Untuk email aku kirim langsung ke email mbak ya.. tks🙂

      Salam,
      Heidy

  7. Halo Mb’ Heidy & Mas Hamdan…
    Gimana Program Babynya, sdh berhasil blum…?
    Salam kenal dari saya, Nur…
    Kita punya cerita yang sama…..
    klo boleh tau dimana tempat mb’ periksa ASAnya..?

    Terima Kasih dan Salam Kenal
    Nur

    • Halo mb Nurma, salam kenal juga yaa..
      Alhamdulillah sampai saat ini kami masih berdua saja, belum ada bayi yang memeriahkan suasana rumah..hehehe.
      Dulu aku periksa ASA di RS Sayyidah Jakarta Timur, sempat 13 kali terapi PLI sebelum akhirnya stop.
      Terima kasih banyak sudah mampir dan ke blog ini yaa

      Salam,
      Heidy (+Hamdan)

  8. Makasih ya Mb,
    O iya… klo boleh, saya ingin tahu lbh banyak lagi,
    dulu waktu cek ASA tahun berapa ya… dan biayanya berapa?
    karena kami ada berencana untuk melakukan hal yg sama dgn mb.
    karena kami tinggalnya jauh dari Jakarta ( kami berdomosili di Kepulauan Riau )
    dan blm ada RS / LAB yg menyediakan fasilitas cek ASA dan kami jg blm tau brp bnyk anggaran yg diperlukan.
    jadi kami ingin mengumpulkan Amunisi dulu ( modal ) sebelum berangkat.

    sebelumnya saya mhn maaf ya, bila mb terganggu…

    Terima Kasih,
    Nur

    • Astaghfirullah.. maaf mb Nurma … komentar terakhir dari Mbak ini ketinggalan dibalas karena sudah otomatis masuk.. Kalau nggak salah dulu saya cek ASA tahun 2009, tapi maaf saya lupa persisnya berapa. Biaya yang paling saya ingat adalah terapi suntik PLI-nya karena tiap bulan waktu itu saya harus mengeluarkan biaya di atas 800 ribu rupiah. Duh, sekali lagi maaf, ya, telat sekali balasnya. Mudah-mudahan Mbak sudah dapat info dari sumber lain atau bahkan sudah berhasil hamil saat ini. aamiin…

      Terima kasih juga dan senang mengenal Mbak,
      Heidy

  9. Salam Kenal Mbak heidy..saya juga skarang lagi ikhtiar untuk mendapatkan buah hati yg Udah mau 6 tahun usia pernikahan…jd semangat baca tulisannya..pengen tanya2 lbh lanjut boleh ga…saya Udah pli ke 7 Dan rencana mau infus sebelum infus…makasih byk sblumnya..

    • Salam kenal juga, mbak Fitri.
      Terima kasih sudah mampir dan alhamdulillah kalau tulisan saya bermanfaat, dapat menumbuhkan semangat untuk terus berikhtiar.
      Oh PLI juga ya mbak.. saya udah berhenti PLI sih dan melepas semua pantangan (bikin stres, hehe).. tapi yukk boleh banget kalau mau sharing lebih lanjut..
      Saya hub ke surelnya langsung yaa (japri). Makasiih🙂

  10. blog yang tertulis manis, cerita yang inspiratif dan berkesan buat saya. I like it.

    saya sendiri menikah sudah memasuki tahun ke – 5. sudah mencoba inseminasi buatan sebanyak 2x dalam 3 bulan terakhir, masih gagal.
    dokter bilang apabila gagal lagi, baiknya test ASA.

    saya sendiri sempat kecewa dan sedih ketika insem kedua gagal, namun mungkin Tuhan berkehendak lain, dan saya masih harus terus bersabar dan berjuang.

    mungkin saya akan menunda test ASA ini, dan akan ambil cuti sementara sampai semangat saya kembali utuh.

    terimakasih atas tulisan ini. semangat terus yah

    via

    • Halo, mbak Via, terima kasih banyak sudah membaca cerita kami dan atas apresiasinya, ya.
      Hebat sekali, melakukan 2x inseminasi dalam 3 bulan. Saya nggak sekuat itu, lho.
      Setelah inseminasi pertama tahun 2011 gagal, saya baru mencoba kembali 3 tahun kemudian, yaitu tepatnya beberapa hari yang lalu.
      Saya paham sekali perasaan kecewa yang muncul itu, bisa terlihat dari berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk mengumpulkan semangat sebelum insem lagi, hehe.
      Oleh karena itu, saya pun mengerti pemikiran atau niat untuk mengambil cuti sementara dalam rangka mengumpulkan semangat.
      Dengan berlalunya waktu sebanyak yang dibutuhkan, mudah-mudahan nanti ketika kembali lagi untuk berjuang dapat melakukannya dengan optimis, penuh tekad, dan yang terpenting: bahagia.
      Semangat terus juga yaa … sekali lagi terima kasih.
      Salam,
      Heidy

  11. Assalamualaikum wr wb. Salam kenal mbak. Beberapa post sudah aku baca, hampir mewek. Tapi, satu hal yg pasti: mengingatkanku jika kalau aku kurang pandai bersyukur! Hikz…astaghfirullah. Makasih mbak, sudah menyadarkanku, ehehehe

  12. hai mba heidy, salam kenal..
    kebetulan saya juga lagi promil tapi bukan sama dokter sih. saat ini saya lg terapi sama sinshe sukimin di jakarta timur. terapi pertama hasilnya gagal tp mungkin karna saya yg ga disiplin sama obat sekaligus 1/2 hati kali ya. sekarang saya masih lanjut ke sinshe yang sama sambil janji sama diri sendiri buat ga males2an lagi, hehehe..
    alasan saya tetap mencoba peruntungan disini karna banyak yang kasih testimoni berhasil, bahkan ada yang kasus seperti mba juga. sempat ngobrol sama salah satu pasien disana dan cerita kalo dia punya sodara kena kista berobat disana dan sembuh tanpa harus operasi.
    kalo mba tertarik, coba googling aja “Sukimin Taryono”. semoga berhasil ya mba, semoga kita semua sama-sama berhasil.

  13. Assalamu’alaykum mb Heidy, baru baca cerita2 mb Heidy yg sangat menginspirasi orang bnyk, termasuk saya. Browsing2 ttg ASA, ketemu blog ini. Kebetulan saya punya teman yg pengalaman terapi di sayyidah juga, dan melakukan terapi bioresonansi, alhamdulillah sekarang sudah hamil 5 bulan, ibu dan babynua dalam keadaan sehat. Kalo boleh, bisa kontak via email saya? Saya pengen banget sharing ke mb Heidy soal terapi yg dijalani teman saya itu.
    Tetap semangat dan istiqomah ya, rencana Allah adalah yg terbaik utk kita.
    Barokalloh…

    • Alaikumsalam wr wb…
      Halo Mb Shandra … maaf telat sekali ya baca dan balas komentarnya …
      Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya .. alhamdulillah saya akhirnya hamil pada bulan Maret 2015, sekarang anak saya udah hampir setahun umurnya, in sya Allah.
      Kabar mb Shandra bagaimana? Semoga kita tetap semangat dalam segala bentuk ujianNya dan ikhlas menerima setiap ketentuannya ya …

  14. assalamualaikum, salam kenal mbak Heidy, Mas Hamdan…yang ternyata senior ditempat kerja saya dulu….Subhanallah..tak disangka saya bisa membaca blog ini..sungguh menyentuh dan menyemangati..semoga Allah SWT memberi yg terbaik untuk keluarga mbak, apapun itu.

    • Alaikumsalam wr wb …
      Eeh? Aduh maaf telat banget baca komennya … siapa yaaa? Temen Hamdan di HLS?
      Makasih sudah mampir ya .. semoga ada manfaatnya.
      Terima kasih banyak juga atas doanya, doa yang sama untukmuu …

  15. Halo Mbak Heidy salam kenal, boleh kah saya minta alamat email untuk sekedar bertanya-tanya soal kehamilan, kebetulan ada beberapa kesamaan diantara kita mbak hihi semoga berkenan ya. Terimakasih

      • Mbak alhamdulillah april tahun lalu aku jg sdh lahiran hihi jd insyAlloh sdh gak perlu tanya2 lg soal itu. Tp kalau berkenan boleh sy minta emailnya sekedar untuk silaturahmi

  16. Assalamualaikum mbak heidy, salam kenal🙂

    Alhamdulillah saya menemukan blog ini. Berasa ada temen nya saja hehe. Nilai ASA saya juga 1jutaa. Saat ini sdg menjalani terapi PLI mbak, dan minggu kemaren sdh mulai untuk pra PLI. Saya ingin tanya mbak, kenapa mbak heidy dan suami tdk menuntaskan terapi ini mbak?. Terimakasih

    • Alaikumsalam wr wb, salam kenal juga Mbak Shofauzia …
      Yeey ada temen juga ternyata, hehe.
      Terima kasih sudah mampir ke blog ini dan maaafff telat banget ya saya baca komentarnya.
      Semoga sekarang terapinya sudah berbuah manis, ya.
      Dulu saya melakukan terapi tersebut sampai tuntas kok, ya tuntas menurut kami siih: sampai ASA-nya normal.
      Setelah ASA normal pun masih beberapa kali terapi lagi. Akhirnya berhenti ya karena bingung … mau sampai kapan suntik terus setiap bulan. Apalagi setelah kembali ke obgyn, ternyata sel telur saya bermasalah lagi. Waktu itu saya punya perasaan kuat bahwa penyebabnya adalah pantangan-pantangan saat PLI itu … saking banyak macamnya mungkin saya jadi kurang gizi, hehe. Jadi ya sudah … kami hentikan terapi PLI dan berusaha melalui jalan lainnya …

    • Alaikumsalam wr wb, salam kenal juga Mbak Shofauzia …
      Yeey ada temen juga ternyata, hehe.
      Terima kasih sudah mampir ke blog ini dan maaafff telat banget ya saya baca komentarnya.
      Semoga sekarang terapinya sudah berbuah manis, ya.
      Dulu saya melakukan terapi tersebut sampai tuntas kok, ya tuntas menurut kami siih: sampai ASA-nya normal.
      Setelah ASA normal pun masih beberapa kali terapi lagi. Akhirnya berhenti ya karena bingung … mau sampai kapan suntik terus setiap bulan. Apalagi setelah kembali ke obgyn, ternyata sel telur saya bermasalah lagi. Waktu itu saya punya perasaan kuat bahwa penyebabnya adalah pantangan-pantangan saat PLI itu … saking banyak macamnya mungkin saya jadi kurang gizi, hehe. Jadi ya sudah … kami hentikan terapi PLI dan berusaha melalui jalan lainnya …
      Alaikumsalam wr wb, salam kenal juga Mbak Shofauzia …
      Yeey ada temen juga ternyata, hehe.
      Terima kasih sudah mampir ke blog ini dan maaafff telat banget ya saya baca komentarnya.
      Semoga sekarang terapinya sudah berbuah manis, ya.
      Dulu saya melakukan terapi tersebut sampai tuntas kok, ya tuntas menurut kami siih: sampai ASA-nya normal.
      Setelah ASA normal pun masih beberapa kali terapi lagi. Akhirnya berhenti ya karena bingung … mau sampai kapan suntik terus setiap bulan. Apalagi setelah kembali ke obgyn, ternyata sel telur saya bermasalah lagi. Waktu itu saya punya perasaan kuat bahwa penyebabnya adalah pantangan-pantangan saat PLI itu … saking banyak macamnya mungkin saya jadi kurang gizi, hehe. Jadi ya sudah … kami hentikan terapi PLI dan berusaha melalui jalan lainnya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s