Cerita Ikhtiar Kehamilan Tahun IV : Inseminasi Buatan

Dalam tulisan sebelumnya, aku bercerita tentang Terapi PLI (Paternal Lecocyte Immunization) yang kujalani bersama suami sebagai solusi atas tingginya level ASA (Anti Sperm Antibody). Hingga tulisan ini dibuat, kami sudah melakukan terapi itu sebanyak 13 kali selama lebih dari setahun. Namun selama berbulan-bulan itu, terapi PLI bukanlah satu-satunya langkah yang kami lakukan terkait dengan rencana kehamilan. Beberapa hal di luar dugaan yang pun terjadi.

Pada bulan Mei 2011, aku kembali melakukan pemeriksaan papsmear (pemeriksaan dalam rangka memperhatikan kesehatan organ kewanitaanku ini rutin kulakukan setiap tahun dan agar tidak lupa biasanya kupilih waktu di sekitar tanggal ulangtahunku). Dokter yang memeriksaku adalah dsog (dokter spesialis obstetri & ginekologi) yang sama, yang pada tahun sebelumnya merujukku untuk memeriksakan level ASA. Karena sudah lama tak bertemu, wajarlah sang dokter lupa denganku. Namun karena kebiasaannya adalah memeriksa buku catatan kesehatan, maka arah pertanyaannya pun mirip dengan tahun lalu. Aku pun memberitahunya bahwa kami sedang menjalani terapi PLI berdasarkan sarannya untuk memeriksakan level ASA tahun lalu.

Kalau tidak salah, sudah 6 kali PLI yang kami lakukan saat itu. Si dokter jadi bersemangat.  Ia yakin bahwa level ASA-ku sudah mengalami penurunan. Belakangan kutahu memang betul, sih…tapi masalahnya, turun dari berapa ke berapa dulu?? Pada saat itu aku belum sempat melakukan evaluasi level ASA sama sekali! Aku tidak tahu ASA-ku sudah turun sampai level berapa, dan lebih parah lagi: saat itu aku benar-benar tidak ingat level ASA-ku ketika pertama kali diperiksa (yang ternyata luar biasa tinggi, yang mungkin tidak diduga oleh si dokter)! Ternyata hal ini sungguh fatal.

Mungkin berdasarkan pengalamannya dengan beberapa pasien sebelumnya yang (mungkin) level ASA-nya tidak setinggiku, ia pun menyampaikan pemikirannya: bahwa aku sudah memiliki peluang lebih besar untuk hamil dengan cara inseminasi buatan! Berhubung masa suburku sudah semakin dekat pada saat itu, sang dokter meminta kami untuk mengambil keputusan saat itu juga. Jika kami setuju untuk mencoba inseminasi, maka malam itu juga aku harus membeli obat untuk disuntikkan ke perutku dan melakukan perjanjian untuk pelaksanaan inseminasi buatan dua hari kemudian.

Pada hari perjanjian inseminasi dengan sang dokter, kami diminta datang 2 jam lebih dulu untuk pengambilan sperma. Yang ini tidak perlu dijelaskan secara rinci lah ya, prosedurnya….hehehe. Yang jelas klinik memberikan fasilitas ruangan tertutup berkunci semacam kamar hotel, lengkap dengan kamar mandi di dalamnya. Privasi terjamin! Sperma yang telah diambil lalu ditempatkan dalam wadah bertutup yang kemudian segera diserahkan ke bagian lab.

Setelah dokter datang, aku dipanggil ke kamar khusus untuk pelaksanaan inseminasi buatan. Entah kenapa istri diminta untuk masuk kamar sendiri, tanpa didampingi suami. Setelah proses inseminasi yang dilakukan oleh dokter selesai dan aku masih harus berbaring hingga sejam kemudian, barulah suamiku diperbolehkan masuk (itu pun aku yang meminta). Yah, karena tegang, aku tak sempat banyak bertanya waktu itu. Hanya ada 3 orang di kamar tersebut: aku, dokter, dan perawat yang membantu sang dokter. Inseminasi (atau istilah kerennya: Intra Uterine Insemination) ini dilakukan dengan cara menyemprotkan sperma suami yang telah diproses di lab (dipilih yang kualitasnya paling baik) ke dalam rahim. Penyemprotan itu menggunakan semacam alat suntik dengan selang panjang agar sperma dapat mencapai rahim lebih dalam dan lebih dekat dengan saluran telur (tuba falopi) sehingga diharapkan kemungkinannya untuk ‘bertemu’ dengan sel telur menjadi lebih besar.

tindakan inseminasi buatan pada manusia (Intra Uterine Insemination)

Esok harinya, kami diminta datang kembali untuk melihat apakah ‘telurnya sudah pecah’.  Pengecekan dilakukan melalui usg transvagina lagi, dan hasil usg pun sesuai dengan perkiraan. Pertemuan ini pun kami manfaatkan untuk berkonsultasi, bertanya lebih banyak. Di antaranya adalah tentang hal-hal yang harus diperhatikan setelah inseminasi. Ternyata tidak ada larangan berkegiatan seperti biasa (tidak harus bed rest, seperti yang kukira sebelumnya) kecuali satu: berenang/berendam. Ini masuk akal, karena dikhawatirkan dapat terjadi infeksi di daerah vagina.

Dokter mengatakan bahwa hasil dari inseminasi itu sendiri dapat diketahui 2 minggu kemudian. Namun dasar aku yang tidak sabar, tahu bahwa testpack biasanya bisa mendeteksi kehamilan sejak seminggu setelah ‘pertemuan’ sperma dan sel telur, pada H+7 sudah iseng mengetes. Sebenarnya tidak benar-benar iseng, sih. Alasan sebenarnya adalah demi menjaga perasaanku sendiri. Kupikir, jika tak berhasil, lebih baik tahu lebih cepat. Sepertinya aku lebih bisa santai menerima kenyataan saat melihat tanda pada testpack ketimbang saat mendapat menstruasi. Apalagi biasanya saat menstruasi, emosiku lebih tak terkendali. Jadi, niatku adalah bersiap-siap agar harapan tidak terlalu melambung tinggi dulu..

Dan hasilnya….seperti biasa, hanya ada satu garis pada si testpack. Harap-harap cemasku berakhir. Kecewa, tentu. Tapi sesuai janji yang sudah kubuat pada diri sendiri, aku langsung mengendalikan emosi. Suamiku sendiri tidak keberatan aku melakukan tes lebih awal, tapi ternyata tidak dengan mamaku. Aku memberitahunya dengan maksud serupa dengan niat awalku: agar tidak ada harapan-harapan yang terlanjur melambung tinggi. Daan…Mama marah karena aku begitu tidak sabar!

Karena siklus menstruasiku yang pendek, kenyataan bahwa aku memang belum hamil dapat langsung dipastikan tanpa tes pada tanggal yang ditentukan oleh dokter, melainkan dengan datangnya menstruasi pada keesokan harinya.

Sebenarnya ketika terakhir kali berkonsultasi dengan sang dsog, aku diminta untuk datang kembali begitu hamil/mendapat menstruasi. Ada pula obat yang sudah diresepkan untuk diminum pada hari ke-2 menstruasi, dalam rangka langsung merencanakan inseminasi buatan berikutnya. Namun, aku dan Hamdan tidak begitu saja mengikuti anjuran sang dsog. Kebetulan karena kami masih melakukan terapi PLI, kami juga berkonsultasi dengan androlog kami. Setelah evaluasi terhadap level ASA-ku, ia pun menduga bahwa kegagalan inseminasi sebelumnya disebabkan oleh ASA-ku yang masih tinggi! Aku menyesali kecerobohan kami berdua karena tidak pernah mengingat-ingat level ASA pertamaku, tapi suamiku juga marah dan kecewa pada dsog kami yang juga tidak teliti/berhati-hati saat menyarankan kami untuk melakukan inseminasi buatan, terlalu terburu-buru! Hamdan pun memintaku untuk tidak kembali ke dsog yang sama.

Oya. Sebagai gambaran, total biaya yang kami keluarkan untuk inseminasi buatan ini adalah sekitar empat juta rupiah (lupa persisnya, mungkin kurang atau lebih). Maaf karena dalam tulisan ini aku tidak menyebutkan nama dokter maupun klinik tempatku melakukan inseminasi buatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada yang benar-benar perlu untuk rujukan, lewat jalur pribadi saja ya…silakan tinggalkan alamat email untuk berkorespondensi lebih lanjut😉

Cerita terkait rencana kehamilan di tahun ke-4 perkawinan kami ini masih berlanjut. Pada tulisan berikutnya, aku akan bercerita tentang Kehamilan Ektopik (kehamilan di luar rahim).

Salam,

Heidy

 

Gambar diambil dari sini.

79 thoughts on “Cerita Ikhtiar Kehamilan Tahun IV : Inseminasi Buatan

    • Hai mba Suri, ya? Salam kenal juga…terimakasih sudah berkunjung kemari! Aduh kebetulan aja aku kemaren2 duluan berkesempatan (malah ada yg bilang sebenarnya terlalu bersemangat sejak awal..hahaha). Thanks supportnya! Doaku juga untukmu dan suami semoga selalu semangat ceria bahagia setiap saat! Sukses untuk kitaaa *hugs*

  1. Mba aku ud 6 thn blom juga punya anak Alhamdulillah aku n suami setelah di periksa Sehat2 aja ud kurang lebih 2 thn aku ga periksa ke dokter lg terakhir dokter menyarankan u melakukan program insem tp suami masih ingin natural dulu rencana thn dpan aku n suami mau program insem u punya anak klo boleh tau mba insem di rs mana n sama dokter siapa ya trims ya mba u infonya🙂

    • hi Yulia..salam kenal! Ooh iya kalau semua sehat2 aja insyaAllah peluang insem emang tinggi. Soal data dokter n rs ku bales langsung via email aja ya. maaf late reply, semoga masih berguna.🙂

  2. Insya ALLAH..kalian cepat punya momongan..eh..ngemeng2…emang dokter di Indonesia…sering hanya trial and error….
    tidak fokus pada pekerjaan dan keahlian..bukan berarti dokter di Luar Negeri lebih hebat…setau saya Indonesia lebih dulu maju di bidang kedokteran (bayi tabung)..di banding malaysia dan singapore..tapi sayang..UANG di jadikan alasan menyampingkan Profesionalisme-nya..Setiap hari ratusan orang mengurus paspor untuk bisa berobat ke luar negeri..ketika saya tanya..hanya ada satu alasan mereka ..PELAYANANNANANNANANANA memuaskan..selamat berjuang

    • Aamiin…terima kasih banyak atas doanya. Salam kenal ya, Dini, maaf baru buka blog lagi jadi lama membalas komentar ini.
      Ya, sayang sekali memang kalau akhirnya banyak orang lebih memilih berobat ke luar negeri.
      Semoga seiring dengan berjalannya waktu pelayanan kesehatan di Indonesia dapat lebih baik..

  3. Aku baru 8 bln nikah mba, blm hamil, tp pikiran udh galau tiap saat, stlah baca ini aku jd malu… Smua pasti udh ada jalannya mba, waktu indah itu psti Allah kasih.. Asl sabar.. Ttp smgt mba..

    • Terima kasih u/ doanya, Zia…
      Oh aku ngerti kok, dulu juga sebelum setahun juga udah galau.
      Malah memang sebenarnya tahun2 awal pernikahan memang lebih berat, karena sekaligus juga harus adaptasi dengan banyak hal.
      Semangat juga, ya!

      Salam kenal,
      Heidy

    • Hai Yulia, maaf baru buka blog lagi jadi telat balas komentar ini.
      Aku belum berhasil…tapi emang lagi “slow down” sih programnya..
      Yulia sendiri gimana kabarnya?
      Aku sekarang udah 5 tahun 4 bulan nikahnya, rencana insem lagi kalau u/ saat ini sih belum ada..

  4. hai,salam kenal seblmnya…yang sabar..oh iy sy jg tgl 19 jan 2013 telah melakuklan insemiansi..sekarang sih lg H2C..insya allah bisa menjadi calon ibu..termasuk para wanita yg sedang berusaha saat ini..

    • Hai Vhia, salam kenal juga dan maaf sekali telat balasnya karena baru buka blog ini lagi.
      Jadi gimana hasil insem kemarin? Waah iya kebayang, masih ingat dulu gimana rasanya deg-degan itu.
      Karena sekarang sudah dua bulan berlalu berarti hasilnya sudah ketahuan, ya.
      Semoga berhasil ya, aamiin….! Kalau hasilnya baik kabari doong…senang sekali pasti rasaya🙂

      -Heidy-

  5. Hi mba Heidy.. salam kenal ya. Bagaimana skrg mba apa udh hamil? Selanjutnya tahap apa yg mba lakuin. Makasih bnyk ya infonya, saya jg lg niat kpengen inseminasi mknya nyari2 info dr google. Oia kl mau tnya2 lbh jelas minta alamat ymnya ya mba.. thank u🙂

    • Hi Alhadar..

      Salam kenal juga. Belum, saat ini aku belum hamil.
      Tahap yang kulakukan ya sampai sejauh yang kuceritakan di blog ini saja.
      Kalau dari medis, tidak sampai bayi tabung.
      Kalau pengobatan alternatif sih masih banyak yang kucoba, tapi ya kebetulan belum ada yang berhasil juga..
      Alamat ym nanti langsung kukirim via email saja ya..
      Terima kasih, semangat terus yaa!

  6. Hai mba heidy..salam kenal ya..mau tanya terapi PLI nya dmana ya?saya sih blm periksa2 detail suami isyri..rencananya pengen cek2 detail n lanjut insem kl memang tidak hrs terapi apa2…ada saran gk?referensi gt…terima ksh sblmnya

    • Salam kenal juga, Mbak Diana.
      Aku terapi PLI di RS Sayyidah, Jakarta Timur.
      Tapi kalau untuk memberikan saran/referensi mungkin lebih baik dari yang sudah berhasil, ya…hehhe
      Soalnya kan pada akhirnya sampai detik ini aku belum pernah berhasil hamil sama sekali😀
      Sudah nikah berapa tahun? Semangat terus yaa!!

      • Salam kenal mba heidy..sya tanggal 1 april kemaren inseminasi..saya mengalami pusing,kadang mual,kadang nyeri diperut,kadang keluar cairan di miss V,mba heldi jga gtu gag wktu insem??deg2an niy menanti hri H nanti..tp apapun hasilnya nanti saya dan suami sdh iklas..

        • Salam kenal juga Aida… Iya dulu abis insem emang ada gejala pusing mual n nyeri, tapi kalau cairan kayaknya nggak ada deh..eh tp udah lupa juga, udah lama banget..hihi. Maaf ya ini baru dibalas, akhirnya gmana hasil insemnya? Semoga berhasil yaaa…

  7. Hai mba heldy salam kenal…
    Usahanya mba heldy udah pool banget yah kayaknya….seneng bacanya nambah pengalaman juga…aq kebetulan 22 maret kmrn insem di ivf morula bunda. Skrg udah hari ke 11,,,tinggal disuruh test pack n besok kontrol siangnya. Aq juga udah 2 tahun mba blm dpt momongan dan aq blm pernah hamil sebelumnya.cuman telat aja paling seminggu. Kata dokter normal telat seminggu bukan hamil…secara udah pede aja hamil…hiks hiks,,,,tp enjoy aja mba heldy juga suabaaaarrr lebih drpd aq…jadi keep fighting n semangat…disertai doa…amin

  8. hai mba salam kenal y
    aku sudah menikah 2thn sedang promil jga d salah satu RS d jakarta, aku seneng bgt baca tulisan mba buat tambah pengetahuan aku,, aku bru cb inseminasi mba bulan april ini & hasilnya aku masih haid jga sedih rasanya tapi berusaha tetep semangat he2.
    ohh ia mba aku c blm d saranin buat test ASA itu pingin jga c tny dokternya, takut kasusnya seperti mba jga ^^ .
    tetep semangat y mba buat usahanya.

    • Hai Puspa, salam kenal juga ya..
      Terima kasih sudah berkunjung ke sini.Iya ngerti banget gimana sedihnya pas haid setelah inseminasi… Thanks juga untuk dukungannya…sama2 semangat terus yaa🙂

  9. iya ini mbk kbtlan saya jg pengen program insem tp saya yakin allah maha tau yg terbaik bt hmb nya jd tetep semangat ya mbk semua itu adalah campur tangan allah jd kt sll minta kepadanya

  10. Subhanalloh… sungguh sebuah perjuangan yang besar.. semoga Alloh memberi yang terbaik yah mba.. btw ciri2 ASA tinggi apa sih mba ??

    • Aamiin, terima kasih banyak ya Liestya untuk doanya…
      Hmm masalah ASA itu sendiri kan masih diperdebatkan oleh para ahli, jadi aku yang orang awam ini juga nggak berani meng-klaim hal-hal tertentu yang kualami sebagai gejala/ciri ASA tinggi. Yang paling jelas ya langsung dicek saja nilai ASA-nya oleh lab..hehhehe

  11. Assmlkm
    Salam kenal mba heidy
    Yg sabar ya mba mungkin Allah udah merencanakan yg lebih baek dari Qta asal Qta yakin & percaya keaajaiban itu ada untuk Qta Aamiin
    Aku jg tgl 5 juni kemaren insem skrg lg nunggu hasil’y mdh2n positip hamil Aamiin
    Minta doa’y ya mba
    Ttp semangat & ikhtiar

  12. dear mb heidy… salam kenal..
    salut banget sm kegigihan mb heidy.. ak dl br 6 bln merid udah progmil2 gt..dr usg rahimku bagus&g ada kista.. br jln 2 bln progmil.. eh ak kena usus buntu. 1 bln hbs oprasi usus buntu.. eh trnyata nongol kista.. sakit bgt sich tp ak ogah oprasi lagi.. nunggu perkembngan kedepan ja. (lha ak kan hbs oprasi jd msh trauma). smp skrng msk bln ke 14 usia pernikhn.. tetep aj ak blm hamil. rasanya udah males bgt brusaha. smp kepikirn bt hsg..tp msh tkt sakit.. mau insem msh kepikiran biaya..secara kami bukan dr kluarga berduit.
    semangat ya mb… kok ak jd curhat di sini.. hehee
    smoga mb heidy berkenan membalas sedikt saja komentr ku sekedar membesarkan hatiku.. hehehe
    thks

    • Dear Mbak Indyani, salam kenal juga dan terima kasih sudah mampir ke sini! Iya Mbak, sepertinya saya mengerti apa yang Mbak rasakan karena pernah mengalami hal yang kurang lebih mirip. Semangat naik-turun untuk berusaha itu wajar sekali, tapi semoga saja kita diberi kekuatan untuk tidak pernah berputus asa. Insya Allah ada rencana terbaik yang disiapkan untuk kita. Ayo kita sama-sama menumbuhkan semangat lagi… Tuhan tidak memberi ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya, jadi insya Allah kita pasti bisa menghadapinya. Terima kasih banyak sudah ikut berbagi di sini ya, Mbak.

      Salam,
      Heidy

  13. Assalamualaikum,, mba heydi…
    Subhanallah byk yg senasib dsini, alhmdulillah jd berkurng beban klo ketemu sm calon2ibu yg msh menanti giliran ini.
    Saya sudh prnah insem 1x tp gagal, stelahny saya jg terapi gonal f, tp msh blm brhsil jg, usia prnikahan saya okt nanti pas 4thn. Ahhh mgkn skrg saya org yg pling ptus asa….
    Stiap hri selalu mngeluh, sperti kurg brsyukur, sy sakut skali dg smngat mba heydi,, smg bs tertular smngatny..

    • Alaikumsalam wr wb. Halo, mbak Putri.. Iya alhamdulillah saya juga senang sekali karena banyak teman baru seperti mbak Putri yang ikut berbagi di sini. Jadi nggak ngerasa sendiri dan menambah semangat untuk terus berikhtiar juga. Saya yakin mbak belum putus asa.. mungkin hanya semangatnya yang sedang turun dan itu wajaaaar bgt. Allah tidak akan menguji hamba-hambaNya melebihi kemampuan mereka, jadi insyaAllah kita adalah orang-orang terpilih yang dapat menghadapi ujian ini. Ayo kita sama-sama semangat lagi ya Mbak…

      Salam,
      Heidy

  14. Assalamualaikum mba Heidy…salam kenal yaa..
    Usia pernikahan saya sdh hampir 6 tahun, dan sampai saat ini Allah SWT blm juga memberikankepercayaan kepada kami. Saya salut dengan kegigihan mba Heidy……n itu secara tdk lngsng menularkan semangat kpd kami utk terus berusaha n tdk menyerah. Terimakasih….

    • Alaikumsalam mba Eka, salam kenal juga ya! Terima kasih sudah mampir ke sini dan meninggalkan pesan. Alhamdulillah jika tulisan ini ternyata berefek positif, sampai menularkan semangat untuk berikhtiar. Kata-kata Mbak Eka pun berefek serupa terhadap saya. Sekali lagi terima kasih🙂

  15. setuju mba heidy, tuk mba2 lainnya yg sedang menanti momongan ayo semangat…jgn putus asa…saya sendiri sudah 12 tahun menikah belum punya juga, bicara lelah sih…sangattttt lelah tapi saya tak menyerah, memang… perih bathin ini mengingat kegagalan diusaha2 sebelumnya, palagi usia yang terus bertambah. setiap kali melihat anak2 bayi…aduh hati ini pilu, tapi Alhamdulillah saya tak putus asa, yang menjadi kekuatan saya adalah “aku tidak kan pernah tahu apa yang direncanakan Allah kepadaku tapi karena ku wanita tiada salah jika berusaha dengan berbagai cara selama tidak menyimpang dari norma agama”

    • Masya Allah luar biasa mbak Romla, hebat sekali …. Terima kasih sudah mampir ke sini dan meninggalkan jejak. Semoga kata-kata Mbak tidak hanya menginspirasi saya, tapi juga siapa pun yang berkunjung ke sini. Terima kasih!

  16. Hai mbk salam kenal ya, aq skrng juga lg pronil tp blm berhasil hamil, aq mau tanya nich ASA itu apa? rencananya aq juga pengen insem cuma takut kecewa klo gagal, kata dokter sel telurku kecil jd stiap bln dikasih obat buat mematangkan sel telur. wktu insem sakit nggak mbak

    • Hai mbak Nia, salam kenal juga ya. ASA itu Anti Sperm Antibody, antibodi yang dipercaya ‘menolak’ sperma. Inseminasi nggak sakit kok Mbak. Kalau dokter sudah menyarankan inseminasi, mungkin tidak ada salahnya dicoba mbak. Kemungkinan gagal saat mencoba sesuatu pasti ada, tapi ya berusaha kan bagian dari hidup itu sendiri. Kecewa itu wajar, tapi aku yakin Mbak Nia pasti kuat, bisa mengatasinya. Ujian seperti ini tidak diberikan Tuhan pada sembarang orang. Ayo semangat ya Mbak..

  17. Hai mba..slm kenal ya..aku jg blm hamil nie pdhl udh 18bln nikah “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮ hari ini sedih bgt krn haid lg..apalagi msh inget hsl tes sperma suami..pgn nyoba insem nie..kpn baiknya menemui dokter buat insem ya??pas haid skr ato nanti bersih haid??thanks

  18. Wah makasih banyak buat semangatnya mbak.. jujur aja tiapk bulan aq slalu nangis klo dpt mens rasanya kecewa bgt, tp sejak aq baca blog ini jd bs semangat lg.. skali lg thanks bgt.. semangat..

  19. Saya dh 1taun menikah, lum juga dkarunia keturunan, Uda pnh dcek usg n transvagina, dlm keadaan baek, lum pnh HSG, suami dh dperiksa, mengalami teratoospermia, masi terus bdoa hiks

  20. Hai mb heidy…..
    Aku jg dulu sempat 7 tahun menunggu baby, Dan sempat therapy pli krn ASA Ku jg tinggi, Dan AQ jg therapy di klinik sayyidah. Alhamdulillah setelah 5 bulan therapy dgn 4 Kali suntikan akhirnya aku positif Hamil Dan sekarang putriku sdh berumur 4,5 th, tp memang sampai skrg aku blm bus hamil lagi, sedih jug a rasanya lihat anakku yg pengen bgt punya adik, rasanya AQ may balik therapy lag I, namun skrg pasti biayanya lebih mahal lagi ya….

    • Hai mb Dian..maaf baru buka blog ini lagi jadi telat sekali membalasnya.
      Wah alhamdulillah, selamat ya mbak sudah dikarunia seorang putri.
      Aku saat ini masih belum hamil, tapi sudah stop terapi PLI setelah 2 tahun (13 kali suntik).
      Memang mahal sekali ya mbak, itu juga yg jadi salah satu alasannya untuk stop..ga kuat..hehehe

      Salam,
      Heidy

  21. hai mba ketemu lgi ^-^ gmna kabarnya??? ohh y mbbln lalu aku test ASA dan hasilnya lumayan 1: 4rban lpa nilainya brp di sarankan PLI 3x,,mau tanya donk mba kr2 untuk 1x suntik biayanya brp waktu dlu???he2 thx u

  22. Salam kenal mbak heidy.. Salut buat semangat n perjuangannya, semoga membuahkan hasil.. Aku udah 10 tahun berusaha juga nih, lagi pengen coba inseminasi *telat ya?😦 boleh minta info tempat n biayanya ga? Makasih yaa..

    • Salam kenal juga, mbak Heny.
      Maaf yaa baru buka blog ini lagi jadi telat membalas. Apakah akhirnya sudah dicoba insemnya?
      Sepertinya untuk ikhtiar nggak ada kata telat mbak, bukankah sepanjang masih diberi usia kita wajib berjuang? hehehe..

      Salam,
      Heidy

  23. hi mb heidy salam kenal, sy udh 7 thn menikah jg blm pernah hamil, alhamdulillh jd semangat lg stelah baca blog ini, semoga smua tmn2 yg senasib segera dikabulkan doanya oleh Allah SWT..amiiiin
    mb heidy tau ngga klo skr biaya insem kira2 brp ya
    trima kasih sebelumnya ya mb

    • Hi mb Mitha, salam kenal, ya.
      Maaf baru buka blog lagi dan membalas komentarnya.
      Alhamdulillah kalau blog ini bermanfaat dan mb Mitha mendapat semangat dari membacanya.
      Soal biaya inseminasi sepertinya sangat bervariasi, bergantung pada rumah sakit dan dokter.
      Yang membedakan bukan hanya biaya jasa dan obat-obatnya, melainkan juga prosedur yang dijalani.
      Misalnya di dokter tertentu mungkin perlu USG sebelum dan sesudah insem, sementara yg lain nggak perlu..

  24. Asslamualaikum Mb Heidy….
    Salam Kenal mbak….
    Salut skali dgn perjuangan mb, utk mmperoleh keturunan…
    Kita senasib mbak… Ūđåћ 2 taun menikah, tapi Allah belom berkehendak menitipkan amanah … Kdg2 α̲̅ϑα̲̅ rasa putus asa mba, dlm diri sya, . Tpi stelah bca tulisan mb Heidy, α̲̅ϑα̲̅ semangat Ɣªήğ tiba2 mengalir, . Ternyata banyak teman2 Ɣªήğ senasib dgn sya, . Perjuangan mb Heidy sungguh luar biasa, perjuangan sya mungkin belom separuh dr mb Heidy. Mdh2n d taun ini ,sya dan teman2 Ɣªήğ belom diberikan karunia “keturunan” , secepatnya mendapat jawaban atas perjuangan ini.
    Mb Heidy, boleh minta info dan berapa kisaran biaya tempat utk inseminasi buatan?… Terima kasih. Wasalam

    • Halo mb Yuni, salam kenal juga, ya.
      Terima kasih banyak sudah mampir dan membaca tulisanku. Alhamdulillah kalau bermanfaat, dapat mengalirkan semangat.
      Masih banyak mba, yang perjuangannya jauh luar biasa. Aku pun sering merasa terinspirasi dari banyak pasangan lain yang terus berjuang.
      Aamiin, semoga Allah mengabulkan doa kita, ya, mbak.
      Untuk biaya inseminasi sebenarnya bervariasi, mbak, tergantung RS, dokter, dan prosedurnya. Dulu thn 2011 kalau nggak salah aku mengeluarkan biaya sekitar 4 jutaan di hari saat inseminasinya sendiri. Namun, kemarin aku baru saja insem lagi dengan lebih alami (tanpa obat hormon), di hari insem sendiri biayanya tidak sampai 3 juta.
      Maaf ya kalau infonya kurang detail.. hehe … mudah-mudahan dapat info lebih lengkap dari sumber lain.

        • Halo mba Pipit … maaf, baru buka blog lg jadi telat balasnya.
          Untuk program, saranku ke RS/klinik mana saja ada dokter ahli untuk program infertilitas, mba … trus pilih RS yg dekat rumah/kantor atau yg paling nyaman buat mba aja.
          Aku sejauh ini udah pernah program di RSIA Hermina, RS Sayyidah, klinik Sam Marie, RS Bunda, dan Bunda International Clinic. Di tiap RS ini sih udah banyak jg yg berhasil hamil, kebetulan saja aku belum waktunya dapat rezeki itu .. hehe.
          Semangat terus ya mba Pipit …

  25. Salam kenal Mba Heidy… Terima kasih sharing pengalamannya, saya sudah 3 tahun lebih menikah belum dikaruniai keturunan. Mau coba program inseminasi tapi khawatir tidak sesuai syariat. Sekarang sedang coba konsul ke dokter, dikasih obat penyubur dan vitamin. Tahun lalu pernah disarankan untuk kuret, tapi saya takut dan terkendala biaya juga… hehe… Kalau program sekarang belum berhasil, menurut mba solusi apa yang tepat buat saya? Makasih ya Mba…

    • Salam kenal, Mba Wahyu …
      Terima kasih juga sudah mampir dan membaca cerita saya, yaa.
      Eh saya nggak mengerti, kenapa Mbak disarankan kuret ya? Kirain kuret hanya untuk yang abis keguguran …
      Maklum, saya kan bukan dokter … mau ngasih saran solusi yg spesifik juga bingung deh, maap ya mbak..
      Mungkin satu-satunya yang bisa saya sarankan hanyalah konsultasi ke beberapa dokter yg berbeda dan mencoba mengorek informasi sedetail mungkin dari mereka sampai puas.
      Ini juga salah satu yang pernah saya pertimbangkan saat memilih dokter, pokoknya harus dokter yg sabar dan dapat menjelaskan masalah dgn detail dan mudah dipahami🙂

    • Maaf baru balas, mbak … baru aktif lagi nih blognya, hiks.
      Inseminasi buatan nggak sakit sama sekali, kok.
      Kalau HSG, saya sih ngerasanya mulesss luar biasa setelah cairannya masuk .. tapi katanya sih tiap orang beda-beda …

  26. Hai mba heidy… salam kenal.

    Aku jg ikut insem per pertama. Uda 2 minggu nch tp blm ada tanda apa2. TP aku msh negatif. Apa ini artinya insemku yg pertama gagal ya mba? Apa pernah mba ngerasain sama kyk saya? Makasih ya mba…

  27. jadi lebih semangat setelah bca tulisan ini.mohon saran rekan rekan kalau insem biaya yanh disiapkan krg lebih berapa ya.sebelumnya terima kasih dan salam kenal .marti

    • Mb Marti, maaf yaa telat sekali menjawab pertanyaannya … semoga sudah dapat jawaban dari sumber lain, yaa..
      tapi saya akan tetap jawab:
      Setahu saya, biaya inseminasi berbeda-beda tergantung RS-nya dan prosedur yang dijalankan.
      Terakhir saya inseminasi di BIC Menteng pada pertengahan tahun 2014, tidak pakai terapi hormon (obat-obatan) sama sekali sejak awal mens, biayanya sekitar 3 juta.

  28. Assalamualaikum Mba Heidy,
    alhamdulillah Allah memberikan saya jalan mampir kesini , tulisan mba benar-benar support tak ternilai untuk saya.
    saya menikah di 2012 dan sampai saat ini belum juga +, perasaan sedih sudah pasti selalu datang ketika hr pertama mens dan perasaan semangat untuk memulai lagi usaha selalu datang di akhir hari mens (siklus seperti ini selalu saya rasakan)

    cukup mudah memang di bibir orang untuk mengucapkan kata “sabar ya, munngkin emang belum waktunya” tapi untuk saya yang menjalani rasanya begitu berat. mereka juga tidak tahu bagaimana perasaan kita ketika mengikuti program (saya dn suami) duduk ngantri di antara ibu2 yang sedang mengandung.

    namun setelah membaca tulisan mba, sangat egois rasanya bagi saya untuk merasa paling sedih, karena ternyata saya tidak sendiri dan melihat perjuangan mba Heidy saya benar-benar salut mba.
    saya program taun kemarin dan ngambek berhenti program karena belum ada tanda2 berhasil. saat ini masih mengumpulkan niat untuk rujuk mba.

    mari kita saling menguatkan ya Mba, saya yakin ALLAH SWT tau pasti apa yang kita lakukan ini semata-mata untuk mendapatkan ridho dan rejeki yang tak ternilai dariNYA (baby). semoga bulan depan kita di berikan amanah tersebut ya mba.
    aamiin.

    • Alaikumsalam wr wb
      Terima kasih banyak ya mbak, sudah mampir dan berbagi cerita juga di sini.
      Maaf saya telat membalas komentarnya karena blognya baru aktif lagi …
      Saya mengerti sekali perasaan Mbak, semoga tetap sabar, selalu semangat dan diringankan langkahnya untuk berikhtiar, dipermudah, serta diberikan yang terbaik yaa …🙂

  29. Selamat malam, Mbak Heidy. Salam kenal. I love how you put words, seperti mendengarkan teman bercerita. Dan ga jarang aku ngangguk2 sok paham dengan yang Mbak tulis. Perjuanganmu sungguh gigih, Mbak. Memberikan aku semangat lebih for not giving up. Aku baru menikah 21 bulan, dan sedang menjalankan PLI 1. Apa aku boleh berkorespondensi via email? Thank you. Tetap semangat, Mbak!

    • Halo, Mbak Seshi … maaaf aku telat sekali baca dan balas komennya ya.
      Masih banyak sih, yang perjuangannya lebih gigih lagi. Aku merasa belum ada apa-apanya juga.
      Syukurlah kalau tulisanku ikut memberi semangat. Kudoakan yang terbaik!
      Oya apakah masih perlu emailku? Sekali lagi maaf yaa, kalau telat bangeett

  30. Salam kenal mb heidy,
    sya sudah 18bln berikhtiar dan belum ada hasil, semangat juga sudah naik turun, siklus mens saya juga pendek mb, sedih rasanya setiap dapat menstruasi, Pertanyaan2 org yg tambah bikin sedih,
    smoga hajat qt segera di ijabah Allah yaaa mb2 semua…

  31. Mbk heidy apa kbarx skg program hamilnya? Sdah brhasilkah?sy msih mnjalani program insem sy yg pertama.msih mnunggu 2 mngu lg bwt lht hasilx.alhamdulillah,,,dbrikn ktenangan pikiran dn gk ada beban.apapun hasilx,,,haqqul yakin,,,alloh lbh tw yg trbaik bwt hambax,,,trmakasih bwt crta inspiratifnya,,,
    Tazmania sparkle@iya mbk,,,smua yg mngalami hal yg mbk alami psti mrasakan hal yg sma,,,sy 5 th msh mnunggu,,,tp skg sy mlah mnikmati rsa sakit,kcewa,mrah yg kmrn2 sy rsakn.krn mmbuat sy lbh mndekat pdaNYA,,,,

    • Halo Mba Irma, alhamdulillah kabar saya baik, sekarang sudah dikaruniai 2 orang putri.
      Terima kasih sudah mampir dan mohon maaf saya telat baca komennya ya Mbak .. semoga Mbak Irma tetap semangat, selalu berprasangka baik pada Allah, dan diberikan yang terbaik olehNYA. Terima kasih banyak sudah ikut berbagi juga di sini yaaa, mengingatkan saya (dan semoga yang lain juga) untuk selalu bersyukur.

  32. assalamualaikum mba.. salam kenal. seneng bs baca tulisan mba🙂
    aq qeii.. br menikah 3 bln. tp blm jg hamil. byk yg tnya knp blm isi.. rasa nya sakit ht kalau soal hamil jd guyonan.. kbtulan sy agak gemuk d perut. suami kurus. byk org blng ketutup lemak.. malah ibu mertua sepertj merasa kecewa sekali. pdhal br 3 bln sy menikah.. stiap kluar drah haid nangis.. semoga membaca tulisan mba jd penyemangat sy untuk ttp istiqomah berikhtiar dan berdoA.

    • Alaikumsalam wr wb, salam kenal juga Qei .. maaf baru sempat balas yaa.
      Saya amini doanya ya … tetap berikhtiar, berdoa, dan terutama berusaha ikhlas atas segala kehendakNya … semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s