Libur telah tiba

Bagiku, punya blog itu mungkin bisa diibaratkan seperti punya rumah kedua, ketiga, atau seterusnya. Meskipun bukan rumah utama yang dihuni setiap hari, rumah-rumah itu juga tetap berfungsi sebagai tempat ‘peristirahatan’. Macam vila-vila di daerah wisata gitu, deh. Haha… gaya kan, ngayalnya.

Nah. Jadi, ibaratnya vila pribadi, blog-blogku tentu menjadi prioritas untuk dikunjungi saat libur tiba. Kalau beruntung, aku bisa berkunjung seminggu sekali. Lebih sering dari itu berarti istimewa. Kalau agak sibuk, harap maklum jika tak berkunjung selama sebulan. Lebih dari itu, dapat diperkirakan bukan sibuk lagi namanya, melainkan sibuk amit-amit.

Sudah hampir setengah tahun sejak terakhir kali aku mengunjungi dan membenahi isi ‘rumah keluarga’ ini. Jangan tanya bagaimana rindunya. Berulang kali muncul keinginan untuk melarikan diri dari segala kesibukanku dan meluncur ke sini. Kalau orang lain, mungkin itu benar-benar terjadi. Oh, ya. Beberapa cerita tentang kesibukanku selama tak mengunjungi blog ini sudah kuceritakan di ‘rumah’ku yang lainnya. Intinya dapat kusingkat dalam satu kata (weits, jago nggak tuh): TESIS.

Masa sih tak boleh, berkunjung ke tempat peristirahatan sejenak di tengah-tengah pengerjaan tesis? Tentu saja tak ada yang melarang. Tak ada, selain diriku sendiri, setelah mempertimbangkan masak-masak beberapa hal. Satu, ‘vila’ ini terlalu nyaman untuk beristirahat. Yang rencana awalnya hanya ingin istirahat sejenak bisa-bisa jadi dua jenak, tiga jenak, dan seterusnya. Dua, aku sangat mengenal diriku sendiri, yang susah dihentikan kalau sudah keasyikan. Apa kabar si tesis jika aku keasyikan main di vila, tidak pulang-pulang? Ya kabar baik…. baik-baik tak tersentuh lagi, maksudnya.

Gambar

apalagi kalau tempat istirahatnya yang macam begini … *super ngayal* *dadah2 ke tesis*

Maka, kubulatkanlah tekad, menahan sekuat-kuatnya nafsu untuk berlibur ke sini. Kujadikan agenda ‘mengunjungi rumah peristirahatan’ sebagai hadiah yang bisa diambil saat libur tiba. Dan itu berarti sekarang, saat sang tesis tidak hanya sudah selesai, tetapi juga telah diterima sebagai syarat kelulusan sekolah formalku yang terakhir. Alhamdulillah. Dengan kata lain: yeaayy… libur telah tiba!!

Ini bukan pertama kalinya aku lama tidak menengok-nengok blog kesayangan ini. Lalu, seperti yang pernah kusampaikan juga sebelumnya setelah lama tak berkunjung, aku sungguh takjub dan terharu karena blog ini selalu kedatangan tamu, baik kenalan lama maupun baru, meskipun si empunya rumah lama tak pulang-pulang. Terima kasih banyak untuk teman-teman semua dan mohon maaf atas keterlambatanku merespon semua komentar yang masuk, ya.

Khusus kepada teman-teman berbagi kami untuk persoalan infertilitas, mari lanjutkan perjuangan dengan semangat dan tentunya disertai doa yang tak pernah putus. Semoga Tuhan menetapkan yang terbaik bagi kita. Aamiin

Oh, ya. Sekadar meluruskan apa yang pernah kutulis di sini, aku dan Hamdan tidak berhenti berikhtiar. Hanya saja, setelah melalui beberapa pengalaman, alhamdulillah, bertambah banyak pula pelajaran yang diambil hingga kami dapat lebih selektif dalam menentukan cara-cara atau jalan yang ditempuh. In sya Allah kami ingin segera menceritakan hal ini satu per satu.

Salam,

Heidy

Gambar bukan koleksi pribadi, diambil dari sini. Makasih, lho 😀