Lebaran 1434 H

Sejak menikah, lebaran kami dari tahun ke tahun identik dengan acara tidak mudik ke luar kota (segala puji bagi Allah SWT yang mengijinkan kami tinggal berdekatan dengan kedua orang tua), memilih tempat salat Ied, menghabiskan menyantap lahap ketupat dan opor masakan Ibu, menantang berkendara di gang-gang sempit demi bersilaturahim dengan keluarga besar Bapak, menjamu keluarga besar di rumah Mama-Papa, mencicipi beraneka rupa kue lebaran sampai kembung, dan oh, tentunya tak lupa, menanggapi para kerabat yang entah kapan baru bosan bertanya: “Belum isi juga?”

Semua ‘tradisi’ itu selalu terasa menyenangkan. Melelahkan, mungkin, tapi tetap menyenangkan. Sungguh. Aku tidak bohong. Bahkan untuk ‘kebiasaan’ yang terakhir kusebutkan di atas, aku sudah lama menemukan cara untuk menikmatinya, seperti yang pernah kutuliskan di cerita terdahulu yang berjudul “Sudah Isi?”. Aku sudah belajar bahwa tidak ada manfaat yang diperoleh dari mengeluhkannya (atau mengutuknya, apalagi) selain STRES. Nikmati saja semuanya, hingga benar-benar terasa nikmat… alhamdulillah.

Mari bersyukur dan temukan bahwa bahagia itu sederhana.

Lebaran 1434 H

Lebaran 1434 H

 

Kami mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1434 H bagi siapa pun yang merayakannya juga (dan membaca tulisan ini). Jika ada kekhilafan dalam berucap dan bertindak, kami mohon dimaafkan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan mudah-mudahan kita masih diijinkan bertemu dengan Ramadan berikutnya. Aamiin…

 

Salam,

Heidy (+ Hamdan)

Advertisements

4 thoughts on “Lebaran 1434 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s